RAPAT KOORDINASI TPPS TINGKAT KECAMATAN KISMANTORO : Bersinergi Untuk Mewujudkan New Zero Stunting Di Wonogiri

kec.kismantoro.wonogirikab.go.id – Rapat Koordinasi TPPS Tingkat Kecamatan yang diselenggarakan oleh TPPS Kec. Kismantoro bertempat di Pendopo Kecamatan Kismantoro pada hari Kamis, 09 November 2023. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan koordinasi dan menguatkan komitmen Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat desa/kelurahan dalam percepatan penurunan stunting.

Rakor TPPS Kec.Kismantoro mengundang 90 peserta yang terdiri dari TPPS Kecamatan dan TPPS Desa/Kelurahan. Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars KB, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Koordinator Penyuluh KB dan Camat Kismantoro. Dalam sambutannya, Penyuluh KB mengingatkan untuk terus bersinergi dan menguatkan komitmen agar stunting di Kismantoro semakin menurun sehingga nantinya diharapkan dapat mewujudkan New Zero Stunting di 2024. Camat Kismantoro dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak desa/kelurahan karena telah berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting melalui intervensi langsung di tingkat desa/kelurahan. Camat Kismantoro juga menyampaikan bahwa perlu adanya gerakan kepedulian terhadap stunting di masyarakat.

Rakor tersebut, UPTD Puskesmas Kismantoro melalui Ahli Gizi memaparkan hasil penimbangan serentak bulan Oktober 2023 dan tindak lanjut Audit Kasus Stunting (AKS) di Kismantoro. Berdasarkan data dari EPPGBM, hasil penimbangan pada bulan Oktober menunjukkan ada 88 baduta stunted dan 318 balita stunted. Di mana untuk balita stunted terbanyak ada di Desa Gedawung, sedangkan untuk baduta stunted terbanyak ada di Desa Ngroto dan Desa Gedawung. Tindak lanjut baduta yang telah diaudit di antaranya adalah dengan terapi OAT bagi yang hasil Mantoux Testnya positif, terapi sirup FE bagi baduta dengan anemia defisiensi besi, serta terapi amoxilin bagi baduta yang mengalami infeksi saluran kencing (ISK). Untuk baduta dengan Fimosis sudah dilakukan edukasi kepada orang tua, namun masih banyak orang tua yang belum berani putranya dilakukan fimosis. Sedangkan untuk baduta dengan speech delay belum dilakukan tindak lanjut karena terapi harus berbayar.

Rakor TPPS Tingkat Kecamatan ini setiap desa/kelurahan diberikan kesempatan untuk memaparkan kondisi stunting di wilayah masing – masing dan upaya/intervensi yang sudah dilakukan serta kendala yang dihadapi di lapangan. Dari paparan yang sudah disampaikan, semua desa/kelurahan sudah berperan aktif dalam upaya penurunan stunting baik melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif. Beberapa kendala yang dihadapi di antaranya adalah masih ada kebingungan dalam menggunakan alat ukur yang baru, partisipasi orang tua di posyandu masih kurang, pola asuh orang tua yang tidak tepat, remaja putri susah minum tablet tambah darah (TTD), serta sosialiasi kepada catin masih kurang. Kendala – kendala tersebut kemudian didiskusikan dengan TPPS Kecamatan agar dapat dicarikan solusi bersama. (Timred/srf).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *